Manfaat Radioisotop Dalam Berbagai Bidang Kedokteran, Pertanian, Peternakan, Industri


Sebelum membahas lebih lanjut dari manfaat radioisotop dalam berbagai bidang kedokteran, pertanian, peternakan pertama apakah Anda tahu apa itu isotop? Anda yang dulu mengambil jurusan IPA di sekolah menengah mungkin sudah pernah mendengar istilah ini. Dalam ilmu kimia, isotop merupakan dua atom kimia yang punya jumlah muatan positif atau proton yang sama. Meskipun punya jumlah proton yang sama, kedua isotop ini tetep punya massa yang berlainan. Selanjutnya mari beralih ke radioisotop, radioisotop ini adalah isotop yang radioaktif dan bisa berubah menjadi unsur yang berbeda karena ketidakstabilannya. Radioisotop ini bisa berubah bentuk ke unsur lain dengan memancarkan radiasi. Unsur radioisotop ini pun bisa berbentuk cairan maupun padatan.
Radioisotop bisa dibuat oleh manusia dengan teknik tertentu yaitu dengan menembakkan neutron atau muatan negatif ke isotop yang stabil. Penembakan ini tentunya akan menambah jumlah muatan negatif pada atom unsur sehingga terciptalah sifat radioaktif pada atom tersebut. Sifat radioaktif ini terpancar melalui sinar yang bisa berupa sinar alfa, beta maupun gamma.
Manfaat Radioisotop Kedokteran Pertanian Industri

Macam radiosiotop pun sangat beragam dan ternyata unsur radioisotop ini bisa memberikan banyak manfaat di berbagai bidang asalkan digunakan dengan cara yang tepat. Berikut ini beberapa manfaat radioisotopuntuk beberapa bidang kehidupan:


Radioisotop di Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian dikenal beberapa jenis isotop yang punya manfaat besar diantaranya adalah N-15 dan P-32, berikut uraiannya:

Indikator penyerapan nutrisi

N-15 merupakan salah satu kandungan pupuk untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. Isotop ini bisa menjadi indikator apakah pupuk yang diberikan kepada tanaman bisa terserap sempurna ataukah hanya tebuang percuma. Apabila pada pupuk N-15 yang sudah diaplikasikan tidak terdapat adanya radiasi berarti pupuk yang diberikan sudah mampu diserap sempurna oleh tanaman.

Bidang pemuliaan tanaman

P-32 yang berupa unsur fosfor digunakan dalam pemuliaan tanaman untuk menciptakan benih unggul.

Radioisotop di Bidang Kedokteran

Manfaat Radioisotop Kedokteran

Ada banyak jenis isotop yang digunakan dalam bidang kedokteran mulai dari untuk kepentingan diagnosis seperti deteksi penyakit hingga untuk pengobatan, berikut diantaranya:

Deteksi penyakit

Ada beberapa unsur yang masuk kategori radioisotop untuk deteksi penyakit seperti Iodin-123 yang digunakan untuk mengetahui adanya gangguan pada otak serta ginjal, Tektenum-99  dan TI-201 untuk mengetahui adanya kerusakan pada organ jantung melalui suntikan serta Karbon-14 untuk mendeteksi adanya gangguan pada penderita anemia dan diabetes.

Kepentingan pengobatan

Radiasi yang dipancarkan oleh radioisotop juga mampu memberikan efek positif untuk penyembuhan penyakit kanker serta tumor, contohnya adalah Kobalt-60 dan Radium-60.
Baca juga:




Radioisotop di Bidang Teknik Industri

Manfaat Radioisotop

Radioisotop sangat bermanfaat di bidang teknik untuk melakukan berbagai pekerjaan yang tidak mampu dilakukan sendiri oleh manusia. Beberapa contoh radioisotop untuk pekerjaan teknik antara lain:
Mengetahui adanya kebocoran pada saluran air di bawah tanah
Tindakan ini bisa dilakukan dengan bantuan isotop Tektenium-99
Mengeluarkan lumpur yang tertimbun di dalam terowongan
Medan yang sulit dan membahayakan bisa menimbulkan bahaya bagi petugas, oleh karena itu ada unsur radioisotop berupa silikon yang dapat membantu tindakan pengerukan lumpur dari dalam terowongan.


Radioisotop di Bidang Arkeologi

Para arkeolog yang mempelajari sejarah dari penemuan-penemuan dari masa lampau menggunakan bantuan dari beberapa radioisotop berikut ini:
Karbon-14 untuk menaksir usia fosil makhluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan
Uranium-238 untuk mengetahui usia dari bebatuan yang ditemukan. Selain unsur uranium, umur batuan juga bisa diketahui dengan bantuan unsur K-40 dan Ar-40.

Dampak Negatif Radioisotop

Setiap hal pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu pula dengen radioisotop. Di balik banyaknya manfaat yang dimilikinya radioisotop ini juga membawa dampak negatif yang perlu disikapi dengan bijak dan benar. Berikut beberapa dampaknegatif dari radioisotop:

Bisa merusak bagian tubuh makhluk hidup mulai dari sel hingga jaringan.

Penggunaan yang salah dapat berakibat fatal bagi tubuh karena radioisotop ini dapat merusak sel-sel hingga jaringan di dalam tubuh makhluk hidup termasuk manusia. Oleh karena itu penggunaan radioisotop ini harus dilakukan oleh tenaga berpengalaman dengan pengawasan ketat sesuai dengan prosedur yang ada .
Bisa menyebabkan terjadinya mutasi karena perubahan struktur DNA dalam tubuh makhluk hidup.
Terjadinya mutasi memang bisa membawa dampak maupun buruk. Tapi terjadinya mutasi yang sulit dikendalikan ini membuat Anda sebaiknya menghidar agar semua sel di dalam tubuh Anda tidak berubah karena mutasi. Hal ini karena tidak jarang ada hasil mutasi yang justru merugikan.
Radiasi yang terlalu tinggi bisa menimbulkan luka bakar dari yang ringan hingga serius.
Paparan sinar radiasi yang kuat sebaiknya sangat dihindari. Pancaran yang terlalu kuat bisa membuat kulit tidak mampu menahan sehingga timbullah kula bakar. Maka dari itu penggunaan radioisotop ini harus sangat diperhatikan durasi paparannya.

Bisa memicu tumbuhnya sel kanker atau tumor

Di satu sisi bisa membantu mematikan sel kanker atau tumor tapi di sisi lain radioisotop juga bisa memicu timbulnya kanker atau tumor di sel yang tadinya normal. Inilah pentingnya penggunaan radioisotop sesuai dengan target sel atau jaringan yang dituju. Kesalahan dalam penggunaan justru bisa memunculkan penyakit baru yang pastinya tidak diinginkan.
Teknologi ini memang memberikan banyak kemudahan untuk manusia. Tapi penting untuk selalu diingat bahwa di samping semua manfaat radioisotop ini juga ada bahaya yang perlu selalu diwaspadai. Pastikan penggunaannya sesuai dengan aturan serta wajib diawasi oleh orang yang paham betul tentang prosedur penggunaannya.