Cara Mengajarkan Kecerdasan dan Pendidikan Finansial Pada Anak

Tahukah Anda apa itu pendidikan finansial untuk anak? Anda tentu tidak ingin anak Anda kelak menjadi seorang yang boros dan tidak dapat mengatur finansialnya secara mandiri apalagi seorang yang banyak hutang. Pendidikan finansial untuk anak adalah penting agar anak menjadi seorang yang hemat dan cerdas dalam mengelola anggaran belanja keperluan sehari-harinya. Anak yang mempunyai kecerdasan finansial, dia tidak akan sesuka hati membelanjakan uangnya karena keinginan semata. Namun, dia akan membelanjakan uangnya berdasarkan kebutuhannya penting atau tidak penting. Ada dilema pada orang tua, saat ini uang masih dianggap tabu bila membicarakan tentang uang kepada anak. Namun sebenarnya, semakin cepat ia belajar konsep uang pada anak, dan apa peran uang untuk dirinya, maka peluang suksesnya juga semakin besar.
pendidikan finansial untuk anak
image by https://birchhomes.files.wordpress.com

Tokoh yang bisa kita teladani adalah Rasulullah saw. Beliau sejak kecil sudah ikut serta dalam perdagangan yang dilakukan oleh pamannya. Saat itulah beliau berkenalan dengan transaksi jual beli dan tawar menawar.
Ada 4 poin yang perlu diajarkan kepada anak dalam rangka mengenalkan uang, yaitu:
1.Earning Money
Perlu kiranya anak diajak ke kantor ayah atau ibunya, agar anak tahu bahwa orang-orang yang bekerja di kantor, mereka dibayar karena mereka bekerja. Sehingga anak tidak hanya berpikir bahwa uang berasal dari ATM atau tersedia di dompet.
Untuk hal ini bisa diajarkan dengan memberikan imbalan jika anak membantu pekerjaan ibu, misal menyapu lantai. Tapi ingat, imbalan tidak berlaku untuk "pekerjaan wajib anak" dalam membersihkan lantai.
2. Spending Money
Dalam hal membelanjakan uang, anak perlu tahu memang ada uang yang sudah di "anggarkan" untuk belanja (jajan). Tugas kita adalah mengawasi agar anak belanja sesuai dengan keinginannya.
Hal ini untuk melatih agar anak tidak "terlalu pelit" dan bisa "menikmati fungsi uang", yang sejatinya memang sebagai alat pembayaran yang sah.
3. Saving Money
Berkaitan dengan mengamankan uang, kadangkala kita harus bicara dengan anak, kira-kira apa yang mereka inginkan. Keinginan mereka itulah tujuan dari si anak harus menyimpan uang.
Berikan support ke anak dengan memberikannya celengan. Bahkan mungkin, sesekali boleh Anda kasih " bonus", dengan syarat bonus dari Ayah-Bunda tersebut harus dimasukkan ke celengan.
4. Giving Money
Jangan lupa untuk mengajarkan pada anak, bahwa ia juga harus berbagi. Hal ini sudah bisa kita ajarkan saat anak-anak harus berbagi mainan dengan teman-temannya. Kita harus memberitahu, bahwa uang anak itu ada yang dipakai untuk jajan/dibelanjakan, ada yang dimasukkan ke celengan, dan ada juga yang digunakan untuk sedekah (misal ke kotak amal). Beritahu ke anak bahwa sedekah merupakan salah satu cara untuk bersyukur.
Uang yang disedekahkan ini bisa berasal dari uang saku (uang jatah) yang diberikan kepada anak. Dalam uang saku tersebut di dalamnya sudah termasuk uang jajan, uang untuk masuk ke celengan, dan uang untuk disedekahkan.
Saat anak menerima uang jatah tersebut, sebaiknya orang tua menyarankan anak untuk segera memasukkan uang jatah sesuai dengan posnya, terutama untuk yang dimasukkan ke celengan dan yang untuk disedekahkan.

Baca juga : Tips Membuat Prioritas Anggaran Belanja Keluarga

Perilaku anak, bergantung pada perilaku orang tuanya juga dalam mengelola uang. Anak adalah hasil tiruan orang tuanya. Tiada guna anak dipesan : "Ayo, duitnya tabung ya !", tapi ia melihat orang tuanya selalu tarik uang di ATM dan hadir berkumpul dalam jamaah Midnight Sales, dll. So, bagaimana apakah Anda siap mengajarkan pendidikan finansial pada anak Anda? Jika bermanfaat yuks share ke sahabat-sahabat kita agar semakin banyak anak Indonesia yang mengenal pendidikan finansial anak. Children see, children do! 
Sumber: Resume Seminar Online Financial Parenting Revolution

Baca juga: Tips Mengelola Finansial Keluarga Muda

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: