Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi 6-12 Bulan Lengkap Dengan Tips Perawatannya

Setelah Ayah dan Bunda mengenal perkembangan dan pertumbuhan bayi 1-6 bulan pada artikel sebelumnya. Kita lanjut lagi mengenal pertumbuhan bayi umur 6-12 bulan. Bayi usia 6 bulan sudah mulai bisa duduk dan belajar makan selain ASI. Lalu bagaimana perkembangan selanjutnya? Yuk simak artikel lanjutannya.

Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan

Bayi dapat mengangkat badannya dengan tangan dan lutut. Menggeser badannya ke belakang (mundur) atau ke depan (maju). Membawa mainan yang ia sukai terus menerus dan marah jika mainannya diambil. Mencoba untuk berdiri, suka membuat suara dengan mengetuk atau mengocok benda yang ada dalam genggamannya. Menarik-narik rambut dan telinganya, serta bermain dengan kakinya.
gambar perkembangan bayi 1 sampai 12 bulan
Ilustrasi Perkembangan Bayi

Bayi telah mampu melakukan permainan sosial, seperti meminta perhatian dari lingkungan sekitarnya dengan mengelarkan suara-suara, meperlihatkan rasa suka dan tidak dengan ungkapan suara maupun gerakan tubuh, dan saat diajak berbicara, bayi akan mengamati serta mengeksplorasi wajah orang dewasa yang mengajaknya berbicara.

TIPS:
Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa dikenalkan dengan makanan yang teksturnya agak kasar, yaitu tim saring yang berasal dari beras, sayuran, serta daging. Apabila bayi mengalami kesulitan, ibu bisa membuat tim yang bertekstur halus. Namun, bayi tetap harus diperkenalkan dengan makanan yang teksturnya bertambah tingkat kekasarannya, sehingga dapat digunakan sebagai media melatih keterampilan makannya. Bayi juga sudah bisa diberikan makanan selingan berupa buah atau biscuit.

Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan

Bayi sudah dapat merangkak, duduk tanpa bantuan, menangkat badan dengan bantuan box atau kursi hingga dalam posisi berdiri. Ia juga sudah bisa memegang botol dan minuman sendiri. Mendorong benda yang tidak ia sukai. Mengambil benda-benda kecil, berteriak memanggil orang lain. Ia sangat tertarik, jika didudukkan di depan cermin. Ia pun mulai memiliki rasa takut pada orang yang baru dikenalnya. Pada usia ini, ia sangat mengenal wajah ibunya dan khawatir berpisah. Ia pun menyukai bermani-main atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

TIPS:Pada usia ini, ibu bisa memberikan jenis makanan yang lebih bervariasi. Kemampuan bayi untuk mengambil benda kecil dan memasukkannya ke dalam mulut, bisa dimanfaatkan ibu untuk memberikan finger food. Yang dimaksud finger food adalah makanan yang dapat dipegang oleh tangan atau jari-jemari bayi. Sayuran, buah-buahan, atau makanan olahan lain yang bisa digenggam bayi juga termasuk finger food.Finger food sangat baik untuk bayi, antara lain karena:
  • Menyenangkan untuk bayi
  • Melatih kemandirian/belajar makan sendiri
  • Membantu perkembangan dan koordinasi motorik bayi
  • Merangsang pertumbuhan gigi
  • Membantu memperkenalkan berbagai rasa makanan pada bayi

Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan

Pada usia ini, bayi dapat berdiri untuk sesaat ketika tangannya dipegangi. Ia juga berusaha untuk merayap. Ia dapat duduk sendiri dan berputar-putar. Jika menemui tempat yang berlubang, maka ia akan memasukkan jari-jarinya. Ia mulai mengerti satu dua kata dan bereaksi jika diperintah. Bayi bisa tertawa dan berekspresi senang terhadap kejadian yang menyenangkan.. Ia mampu menatap dirinya dalam cermin dengan eksperesi senang. Ia juga tertarik dengan permainan cilukba dan petak umpet.
Ia akan menjulurkan lidah, memegang mainan, dan mebolak-baliknya, memasukkannya ke dalam mulut, merangkak ke sana kemari, sebagai wujud rasa ingin tahu.

TIPS:Jika bayi Anda berumur 8-12 bulan, segera konsultasikan ke dokter apabila:
  • Belum bisa merangkak
  • Tidak bisa tengkurap
  • Tidak dapat mencari barang yang disembunyikan di depannya
  • Belum bisa mengucapkan satu-dua patah kata
  • Tidak mampu menirukan gerakan-gerakan tubuh.
  • Belum bisa melambaikan tangan atau menggelengkan kepala.
  • Belum bisa menunjuk barang atau gambar.

Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan

Ia sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Ia bisa merangkak dengan baik, naik di kursi atau tangga rumah, berjalan dengan bantuan. Ia akan mengangkat kakinya, jika sedang dipakaikan celana. Ia bisa meniru suara terbatuk-batuk. Mengatakan “papa”, “mama”, senang beramain dengan mainan tertentu, memegang kue dan memakannya. Mengerti yang diperintahkan dan melakukannya.

Senang dipuji atau diberi perhatian setelah melakukan sesuatu dan cenderung ingin melakukan kembali. Masih memiliki rasa takut, khawatir, dan rasa tidak nyaman terhadap orang asing, orang yang tak ramah padanya, atau ditinggalkan orang terdekatnya.

Kala bayi mulai tertatih-tatih belajar jalan, biasanya selain merasa senang para orang tua pun mulai “senam jantung”. Bagaimana tidak? Kini si bayi mulai ingin mengenali dunia yang lebih luas dengan “menjelajah” hingga ke setiap sudut rumah. Mungkin bila dijumlahkan setiap hari entah sudah berapa belas meter jarak yang ditempuhnya.
Keterampilan barunya ini membuat bayi bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Meski sebatas dalam rumah, “penjelajahan” ini mengundang situasi yang rawan kecelakaan. Menjadi tugas orang tua untuk meminimalkan segala resiko dengn tidak menempatkan barang-barang yang mengundang bahaya di jalur yang dilalui bayi. Selain itu, pastikan pula keamanan daerah “steril” bagi bayi, terutama dapur dan kamar mandi. Karena kedua tempat ini terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan risiko bayi celaka.

Selanjutnya area menuju lantai atas, dapur, dan kamar mandi dilengkapi dengan pintu pengaman berupa pagar pembatas. Kabel listrik yang tak tertata rapi juga sering menjadi biang keladi tersandungnya si kecil yang sedang “asyik” berjalan. Belum lagi, kemungkinan sengatan listrik bila kabelnya sudah terkelupas. Oleh karena itu, aturlah jalinan kabel dengan baik dan rapi.

Biasanya bayi yang sudah mampu berdiri dan berjalan tertarik pada apa saja yaga ada di atas meja. Tak heran, kalau dalam sekejap kemudian ia akan menarik benda apa saja yang menarik perhatiannya tadi. Guna meminimalkan risiko, untuk sementara singkirkan taplak meja. Kalaupun ingin mengunakan taplak meja, pilihlah yang ukurannya lebih kecil dari daun meja sehingga tidak menjumbai di sisi meja.

Perabot, terutama yang bersudut tajam, sebaiknya juga disingkirkan untuk sementara waktu atau gunakan pengaman sudut. Karena, bayi yang sedang belajar berjalan sangat beresiko terbentur meja yang tajam.

Patut diingat, menciptakan lingkungan yang aman bukanlah dengan membatasi ruang eksploitasi bayi. Yang diperlukan bayi adalah pegawasan orang tua sekaligus area yang dapat membuatnya leluasa berjalan-jalan kesana kemari.

Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan

Pada usia ini, ia dapat berdiri lama tanpa bantuan. Ia dapat mulai berjalan jika dipegangi satu atau dua tangannya. Ia juga bisa mengubah posisi dari berdiri ke duduk, tanpa bantuan. Ia dapat memegang benda-benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Ia dapat menelan beberapa kali berturut-turut, jika diberi minum dengan gelas. Ia dapat menggunakan kedua tangannya secara bersamaan untuk melakukan fungsi yang berbeda, misalnya mengambil benda dari tangan kanannya dan mengangkat benda dengan tangan kirinya. Takut bila didekati orang yang tidak dikenal, takut berpisah dengan ibu serta orang terdekatnya, akan tetapi senang dengan anak lain. Mengerti lebih banyak kata yang diucapkan.

Perkembangan Bayi Usia 12 Bulan


Ia akan banyak berjalan meski langkahnya belum stabil, banyak merangkak, banyak bermain dengan mainan yang ia senangi. Ia senang membuka pakainnya. Ia merasa takut pada orang yang tidak dikenalnya dan keadaan yang tidak biasa. Anak mulai bisa memegang pensil dan kapur untuk membuat coret-coretan. Ketika menambil mainan, menghisap jempol, dan memasukkan makanan dalam mulutnya, dia lebih sering menggunakan tangan tertentu (kanan atau kiri). Anak biasanya menolak jika ditidurkan. Ia dapat berbicara 2 hingga 3 kata. Jika ia tidak suka diperhatikan, ia akan rewel dan menangis.Anak pun mulai memperlihatkan mainannya pada anak lain.

Kalkulator Kehamilan masa subur berat badan ideal

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: