21 Cara Merawat Bayi 1 Bulan Pertama yang Perlu Dihindari

Cara merawat bayi 1 bulan pertama memang membutuhkan pengetahuan yang perlu Anda pelajari. Apalagi jika Anda adalah seorang pasangan muda (ayah & bunda) yang baru pertama kali mendapatkan momongan bayi pertama. Pengetahuan tentang bayi tersebut meliputi perkembangan bayi 1-12 bulan, ibu menyusui ASI, Makanan Pendamping ASI (MPASI), menangkan bayi menangis, mengganti popok, dan seputar kesehatan bayi. Biasanya ibu muda kerap dipusingkan dengan mitos seputar perawatan bayi yang disampaikan orang tua mereka dengan informasi yang mungkin belum tentu benar berdasarkan ilmu kebidanan atau kedokteran anak modern. Jika ibu tidak mengetahui yang sebenarnya dan melakukan apa yang dianggap mitos tersebut, bisa jadi malah membahayakan bayi. Berikut 21 mitos seputar kesalahan perawatan bayi laki-laki maupun bayi perempuan :
 
nama bayi laki-laki perempuan islami
image by http://theartmad.com/baby/little-child-baby/
1.Ibu yang baru melahirkan diharuskan memakan ayam arak dan meminum jamu-jamuan, agar badan tetap hangat dan produksi ASI nya banyak
Ayam Arak dan Jamu-jamuan sebenarnya sangat berbahaya bagi bayi, karena berpengaruh pada kandungan nutrient pada ASI dan dapat menyebabkan bayi menjadi kuning (ikterus atau hiperbilirubinemia). Bayi yang mengalami kadar kuning tinggi akan berbahaya pada mata dan kulit, serta dikhawatirkan mengganggu sel otak.





2.Bayi harus diberi susu lebih kental agar cepat gemuk
Hal ini merupakan anggapan yang keliru. Susu kental tidak dapat dicerna dan menyebabkan endapan susu di lambung, sehingga bayi menjadi cepat muntah dan sulit buang air besar.
               
3.Air tajin sebagai pengganti ASI
Kandungan nutrisi air tajin sangat kurang, sedangkan bayi memerlukan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhanya. Jadi, jangan mengganti ASI dengan air tajin.

4.Memakai gurita agar perut bayi tidak kembung
Gurita sama sekali tidak ada hubungannya dengan perut kembung. Pemakaian gurita pada bayi bisa mengakibatkan bayi tidak leluasa bernapas. Selain itu, dengan kondisi dinding perut bayi yang masih lemah dan organ-organ tubuh bayi yang belum sesuai dengan rongga perut dan rongga dada, pemakaian gurita bisa mengakibatkan organ dalam tubuh bayi kekurangan ruangan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menggunakan gurita agar organ-organ tubuh bayi berkembang.

5.Pusar ditindih dengan koin agar tidak bodong
Menindih pusar bayi dengan koin tidak ada manfaatnya. Hal itu jutru dapat menimbulkan infeksi. Karena jika tali pusat belum putus, kuman dari koin dapat langsung masuk ke tubuh bayi melalui tali pusat. Bayi bisa mengalami sepsis, beredarnya kuman di seluruh tubuh. Bahkan, kondisi ini bisa mengakibatan kematian.

Baca juga Panduan Memilih Popok, Clody, dan Pampers Bayi 



6.Potong kuku bayi
Ada mitos mengenai kuku bayi, yaitu kuku bayi tidak boleh dipotong sebelum 40 hari. Padahal, jika kuku bayi tidak dipotong selama 40 hari, kuku akan memanjang. Hal ini bisa melukai wajah, bahkan kornea matanya.

7.Bedong kaki
Banyak orang tua yang membedong kaki bayi dengan anggapan cara ini bisa mencegah kaki pengkor. Faktanya, bedong menghambat perkembangan motori bayi, karena tangan dan kakinya tidak mendapat kesempatan untuk bergerak. Bedong sebaiknya hanya dilakukan setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin. Pemakainnya pun sebaiknya longgar, bukan dengan “dibungkus” ketat atau kencang.

8.Aktivitas setelah 40 hari
Anggapan bahwa bayi tidak boleh keluar rumah selama 40 hari kurang tepat. Pendapat yang tepat adalah bayi tidak dibawa ke tempat keramaian yang terlalu banyak orang, karena berpotensi terkena kuman penyakit.

9.Mandi dengan air dingin
Anggapan bahwa memandikan bayi dengan air dingin bisa membuat bayi kuat merupakan pendapat yang kurang tepat. Bayi rentan terhadap suhu dingin. Air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme bayi meningkat, sehingga makanan dialam tubuh bisa terkuras untuk mengatur suhu tubuh. Akhirnya bayi kehabisan tenaga dan mudah sakit. Sebaiknya mandikan bayi dengan air hangat. Sudahi, sebelum bayi kedinginan dan pastikan bayi selalu dalam keadaan hangat setelah mandi.

10.Sebelum berusia 40 hari, bayi dilarang dimandikan pada sore hari
Memandikan bayi sebelum 40 hari bukan masalah. Bayi yang lahir setelah 6 jam sudah boleh, bahkan harus dimandikan. Untuk mencegah masuk angin, sebaiknya waktu mandi bayi diatur.

11.Bayi dilarang untuk dimandikan, jika tali pusatnya belum puput
Pendapat ini tidaklah benar. Bayi sebenarnya harus sudah harus dimandikan setelah 6 jam dari waktu kelahirannya. Bayi harus selalu dalam kondisi bersih dan selalu dimandikan dua kali sehari secara rutin. Setelah bayi dimandikan, maka tali pusatnya harus segera dibersihkan, dikeringkan, dan diberi obat antiseptik.

12.Cukur rambut
Mitos tentang rambut yang banyak dilakukan oleh orang tua adalah mencukur rambut bayi sampai habis agar tumbuh hitam dan lebat.Padahal tebal tipisnya rambut, sangat dipengaruhi faktor genetik.

13.Kepala bayi diberi “pupuk” agar tidak mudah pilek
Biasanya bayi menjadi pilek karena tertular orang dewasa yang ada disekitarnya. Jadi, pupuk (ramuan yang terdiri dari bawang merah yang dihaluskan, kemudian dioleskan di ubun-ubun bayi), tidak ada hubungannya dengan pilek. Bahkan sebenarnya pupuk merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, karena lembab. Sehingga, jika diletakkan di kepala, bisa berbahaya bagi bayi.





14.Kopi atasi kejang
Ada yang menyakini jika kopi dapat mengatasi kejang. Mereka memberikan kopi pada bayi, saat mengalami kejang..Padahal kopi mengandung kafein, yang dapat memiu denyut jantung lebih cepat, Akibatnya, bayi sering berdebar debar.

15.Cabe rawit untuk lesung pipitcabe rawit
Ada juga mitos lain, yaitu colek pipi bayi dengan cabe rawit jika ingin berlesung pipit. Sebenarnya, lesung pipit terjadi karena adanya gerakan susunan otot di bagian wajah, terutama pipi. Pada orang tertentu, otot tersebut membentuk lekukan sehingga terjadilah lesung pipit ketika otot bergerak. Jai, antara lesung pipit dan cabe rawit tidak ada hubungannya.

16.Membuang ASI sebelum menyusui
Kebiasaan memeras ASI dan membuangnya sebelum menyususi adalah mitos yang tidak perlu diikuti. Para ibu muda kerap melakukan ini, karena nasihat dari orang tua yang mengatakan ASI tersebut basi. Padahal tidak pernah ada ASI basi.

17.Sarung tangan dan kaki
Para orang tua kerap memakaikan sarung tangan dan kaki, setiap saat. Sebenarnya sarung tangan dan kaki sebaiknya hanya dipakai jika cuaca dingin atau ketika bayi ditinggal, untuk menghindari bayi terluka karena kuku jarinya.

18.Makan pisang campur nasi
Kebiasaan yag kurang tepat adalah memberi makan bayi baru berusia seminggu dengan nasi yang dicampur pisang, agar tidak kelaparan. Usus bayi di usia ini belum punya enzim yang mampu mencerna karbohidrat dan serat tumbuhan. Dampaknya bayi akan mengalami sembelit. Sebaiknya bayi mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) setelah 6 bulan.

19.Hidung mancung
Menarik hidung bayi agar mancung adalah mitos. Mancung tidaknya hidung ditentukan bentuk tulang hidung yang sifatnya bawaan.

20.Mencukur bulu mata agar lentik
Kebiasaan ini hanyalah mitos karena lentik tidaknya bulu mata dipengaruhi faktor keturunan.Aktifitas mencukur bulu mata bisa membahayakan jika kurang hati-hati, bisa melukai mata bayi.

21.Menaburi bedak di area pantat dan kemaluan setelah BAK/BAB
Setelah bayi BAB/BAK, bersihkan dengan air hangat dan keringkan dengan handuk dengan cara ditepuk-tepuk. Area tersebut tidak perlu diberi bedak, karena hal ini dapat menyumbat saluran kencing, serta jika lembab bisa dijadikan media bagi perkembangbiakan bakteri.


Sumber: Panduan Super Lengkap Kehamilan, Kelahiran, dan Tumbuh Kembang Anak bagi Muslimah. Nama bayi laki-laki dan nama bayi perempuan.


aplikasi kalkulator kehamilan

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: