Mengenal Jenis Batu Akik Ijo Garut Ohen dan Pancawarna Garut Edong

Siapa sih yang tidak kenal dengan Garut? Sebuah kota yang yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini dikenal dengan dodolnya. Selain dodol, Garut juga terkenal dengan jeruk Garut, Jaket kulit Garut, domba Garut, batik Garutan, dan batu akik Garut. Jenis batu Garut ada 2 jenis yaitu batu Ijo Garut dan batu Pancawarna Garut.

Batu Ijo Garut Pertama Ditemukan oleh Mang Ohen

batu ijo garut bungbulang ohen
Batu Ijo Garut
Batu Ijo Garut dikenal juga dengan nama batu Akik Ohen Bungbulang. Dinamakan Bungbulang karena batu ijo garut ini berasal dari Kecamatan Bungbulang, Garut, Jawa Barat. Selain ditemukan di Bungbulang batu Ijo Garut ini juga ditemukan di Caringin. Nama Ohen sendiri berasal dari orang yang pertama kali menemukannya yaitu Mang Ohen. Pertama kali ditemukan pada 1970-an oleh Mang Ohen yang berprofesi sebagai seorang petani. Batu ijo Garut pertama yang ditemukannya hanya seukuran buah kelapa. Setelah dia simpan selama beberapa minggu datanglah seorang kolektor batu dari Bogor dan membelinya seharga 1,5 juta rupiah tentunya harga tersebut setara dengan ratusan jutaan rupiah untuk saat ini. Sejak saat itu Mang Ohen beralih profesi menjadi penambang batu ijo Garut. 




foto mang ohen penemu batu ijo garut
Mang Ohen (Photo Credit by gosipgarut.com)
Saat ini batu Ijo Garut menjadi buruan kolektor dari dalam negeri maupun luar negeri. Batu Ijo Garut konon pernah dibawa oleh salah seorang kolektor dari Indonesia untuk diperiksa di Inggris dan hasil laborat menunjukkan bahwa batu Ijo garut memiliki kekerasan yang tinggi sehingga dapat dikategorikan menjadi batu mulia. Saat ini hanya di galian Gadog saja batu Ijo Garut ini yang masih tersedia sementara di galian lain sudah langka.


Batu Pancawarna Garut Pertama Ditemukan Oleh Abah Edong


batu pancawarna garut Edong
Batu Pancawarna
Batu Pancawarna garut ini memiliki motif warna-warni bahkan beberapa jenis batu memiliki kandungan logam tembaga. Batu Pancawarna Garut dikenal juga dengan nama lain batu akik Edong. Pertama kali ditemukan oleh Abah Edong pada tahun 1994. Saat pertama kali ditemukan, batu Pancawarna Edong ini tidak banyak diminati seperti sekarang hanya orang tua saja yang memakainya pada saat itu. 

foto abah Edong penemu batu pancawarna garut
Abah Edong (Photo Credit by tempo.com)
Mbah Edong tidak menyangka bahwa batu yang dulunya dia temukan sekarang banyak dicari oleh pecinta batu dengan harga fantastis. Padahal saat itu batu Pancawarna Garut Edong ini hanya dihargai 4 juta per kuintal. Namun, sekarang batu Pancawarna garut Edong ini dihargai sampai jutaan untuk satu mata cincin. Batu Pancawarna Garut ini ditemukan di beberapa tempat penambangan diantaranya tambang galian Cisangkal, galian Cikolak, galian Edong, galian Cianggel, dan galian Kalhi.

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: