Tips Membuat Prioritas Anggaran Belanja Keluarga, Pasangan Muda Wajib Baca


Mengatur manajemen keuangan keluarga sangatlah penting, karena setiap keluarga pasti menginginkan agar kebutuhannya dapat terpenuhi, ingin hidup nyaman tanpa hutang, dan memiliki mimpi dan perencanaan ke depan, seperti membeli mobil, rumah, dan pergi haji. 

Inti dari mengatur manajemen keuangan keluarga adalah mengurutkan pengeluaran anggaran belanja berdasarkan prioritas. Berikut prioritas urutaan pengeluaran:
1.    Tunaikan Hak Allah SWT
Pos pengeluaran ini jumlahnya sudah pasti, karena ada batas minimal yang harus dibayarkan dan resikonya juga sangat besar jika diabaikan. Maka seharusnya pos ini dijadikan prioritas utama pengeluaran. Atau malah menjadi pengurang penghasilan. Hak Allah ini seperti kewajiban membayar zakat, bersedekah, dan menunaikan wakaf. Pos pengeluaran ini dapat dialokasikan sebesar 5% dari pendapatan. Untuk menunaikan zakat sebesar 2,5% dan sisanya bisa digunakan untuk bersedekah ataupun berwakaf.
2.      Keluarkan Hak Orang Lain yang ada pada kita (hutang)
Pos pengeluaran ini memiliki tingkat resiko paling tinggi jika diabaikan. Karena berdampak secara finansial (denda, bunga), secara psikologis (ditagih), bahkan bisa berdampak secara hukum (dituntut). Maka seharusnya pos ini menjadi pengeluaran yang paling prioritas setelah zakat. Yang menjadi pos pengeluaran ini seperti cicilan kendaran, cicilan kpr, dll. Pos pengeluaran ini sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan..
3.     Sisihkan Hak Sendiri untuk masa depan (investasi)
Pengeluaran untuk masa depan, seperti asuransi dan investasi juga sebaiknya didahulukan sebelum membayar biaya hidup. Karena sulit sekali menabung dengan menunggu sisa.
Sebaiknya kita menyisihkan 20% dari penghasilan kita untuk masa depan.
4.      Belanjakan Hak Sendiri untuk sekarang
Pos pengeluaran ini sebetulnya sangat fleksibel jumlahnya sehingga menjadi kurang prioritas. Nominalnya masih bisa dikurangi dengan berhemat, dan tidak ada batas maksimalnya jika menuruti nafsu. Risiko nya pun paling kecil jika dibanding pengeluaran lain yang melibatkan pihak ketiga. Untuk itu, pos ini seharusnya ditempatkan pada prioritas paling akhir, alias menunggu sisa dari pos pengeluaran yang lain.
Pada pos ini, di dalamnya termasuk gaji asisten rumah tangga, dan biaya yang lain seperti listrik dan kebutuhan sehari-hari. Jika memiliki asisten rumah tangga, baiknya diperioritaskan untuk menunaikan haknya. Selain itu, pembayaran listrik pun harus diprioritaskan sebelum belanja kebutuhan sehari-hari. Jika pos keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dirasa kurang, maka yang perlu dilakukan bukanlah mengurangi pos pengeluaran yang lain, tapi bersikaplah hemat agar sisa penghasilan tersebut mencukupi atau pilihan lain mencari tambahan pemasukan agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi.
Sadari Usia Anda Sekarang, Prioritaskan Sesuai Kebutuhan
Selain mengurutkan prioritas pengeluaran, kita bisa mengenali mengenali siklus pengeluaran berdasarkan kelompok usia:
Manajemen Keuangan Usia 20 sampai dengan 30 tahun
Jika Anda berusia 20-30tahun. Biasanya kelompok pada usia ini adalah mereka yang baru mulai kerja. Maka Anda perlu biaya persiapa nikah, kemudian mendapatkan rumah pertama, kelengkapan rumah, mobil pertama, dan persiapan finansial untuk anak pertama
Manajemen Keuangan Usia 30 sampai dengan 45 tahun
Jika Anda berusia 30-45th. Pada kelompok usia ini adalah mereka yang sudah memiliki beberapa anak. Pada usia ini, Anda harus mengalokasikan biaya pendidikan anak dan sarana penunjang pendidikan anak.

Manajemen Keuangan Usia 45 sampai dengan 55tahun
Jika Anda berusia 45-55 tahun. Kelompok usia ini, mereka akan mengeluarkan biaya anak-anak di perguruan tinggi, memikirkan untuk biaya pernikahan anak. Selain itu, Anda harus menyediakan dana untuk pembiayaan kesehatan dan pasangan, serta persiapan dana pensiun.
Manajemen Keuangan Usia 55 tahun ke atas
Jika Anda berusia 55 tahun ke atas. Pada kelompok usia ini, sudah tidak lagi produktif (pensiun), namun biasanya dibutuhkan biaya kesehatan.
Siapkah Anda memperbaiki perencanaan keuangan keluarga Anda di masa depan? Jika selama ini, Anda belum memikirkan tentang konsep perencanaan keuangan keluarga Anda di masa depan, Anda bisa memulainya sekarang juga. Siapkan kertas dan pena, tulislah kebutuhan-kebutuhan keluarga Anda di masa depan. Buatlah daftar pertanyaan mana yang harus diprioritaskan dan darimana sumber keuangan untuk memenuhi kebutuhan terebut. Jika bermanfaat, bagikan artikel ini ke teman Anda.

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: