10 Pondasi Membangun Keluarga dan Rumah Tangga yang Harmonis

Setiap orang pasti mendambakan keluarga dan rumah tangga yang harmonis.  Sebuah rumah tangga yang di dalamnya terdapat cinta dan kasih sayang. Bagaimana pun jika Anda sudah menikah, keluarga adalah pondasi bagi Anda untuk meraih kesuksesan. Bagi Anda seorang suami pasti akan sangat berbahagia sepulang dari kantor ada istri yang menyambut dengan ramah. Apalagi jika Anda sudah memiliki anak, seolah-olah rasa capek bekerja hilang begitu saja ketika melihat keceriaan di wajah anak-anak Anda. Bagi Anda seorang istri, pasti akan sangat berbahagia ketika suami Anda mau mendengar segala curhatan Anda dan mengobrol santai di rumah. Semua hal itu bisa Anda wujudkan di rumah Anda asal ada kesamaan pandangan dan tujuan Anda menikah antara suami dan istri. Simak tips berikut ini agar keluarga dan rumah tangga Anda yang harmonis selalu terjaga.
Keluarga dan Rumah Tangga Harmonis

1.      Mengingat Kembali Tujuan dan Meluruskan Niat Anda Ketika Menikah
Mungkin ada berbagai tujuan dan niat seseorang menikah. Namun, niat yang baik pasti akan mewujudkan sesuatu hal yang baik pula. Salah satu tujuan seseorang menikah adalah menjaga kehormatan dan kesucian diri. Anda harus meyakini bahwa menikah adalah satu-satunya jalan hubungan cinta antara seorang lelaki dan perempuan menjadi sah. Di luar itu adalah hubungan yang terlarang karena dapat merusak kehormatan dan keharmonisan rumah tangga. Anda harus selalu ingat bahwa tujuan menikah adalah mendidik anak-anak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan beriman kepada Allah SWT. Dengan selalu mengingat tujuan  tersebut, Anda akan selalu menghindari hal-hal yang dapat merusak tujuan tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih tujuan tersebut.
2.      Selalu Bersyukur dan Menerima Kekurangan Pasangan




Harta yang melimpah bukan jaminan rumah tangga Anda harmonis. Hati yang selalu bersyukur adalah kunci kebahagian Anda. Hati yang bersyukur adalah hati yang lapang dalam menerima setiap kekurangan pasangan. Jangan selalu memandang kekurangan pasangan Anda sebagai hal yang menentukan kebahagiaan Anda. Anda harus sadar diri bahwa Anda juga memiliki kekurangan. Mungkin Anda akan berpikiran bahwa di luar sana ada banyak laki-laki atau perempuan yang lebih sempurna dari pasangan Anda tetapi Anda harus yakin bahwa pasangan Anda adalah laki-laki atau wanita terbaik yang akan selalu mendampingi hidup Anda hingga akhir hayat menjemput. Anda harus yakin bahwa kesempurnaan adalah sebuah proses bersama pasangan Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh sebab itu, jagalah hati Anda agar tetap bersyukur.
3.      Memahami Perbedaan Psikologi Laki-Laki dan Perempuan
Berdasarkan ilmu psikologi, perempuan adalah makhluk yang suka berbicara (baca: cerewet) sedangkan laki-laki adalah makhluk yang sedikit berbicara (lebih suka berpikir). Oleh sebab itu, jika Anda seorang lelaki maka Anda harus memaklumi pasangan Anda yang cerewet. Anda harus pandai mendengarkan dan sabar mendengarkan segala keluh kesahnya. Dengan curhat, perempuan melepaskan segala beban yang dihadapinya. Perempuan akan merasa senang jika suami bersedia mendengarkannya. Jika Anda seorang perempuan, Anda harus memahami bahwa ada masa-masanya laki-laki butuh menyendiri. Hal ini dibutuhkan oleh laki-laki untuk berpikir dan merenung mencari solusi atas segala permasalahan yang dihadapinya.   
4.      Memahami Peran Masing-Masing Anggota Keluarga
Masing-masing anggota keluarga harus mengetahui tugas, hak, dan kewajibanya.  Jika Anda seorang suami, Anda harus sadar bahwa kewajiban Anda adalah menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Seorang suami mempunyai kewajiban untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Jika Anda seorang istri, Anda mempunyai tanggung jawab untuk melayani suami Anda dengan baik.
Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama suami istri. Oleh sebab itu, perlu adanya kerjasama yang baik antara suami istri dalam mendidik anak-anak Anda. Anak-anak juga perlu diberikan pemahaman mengenai kewajibannya di dalam keluarga. Anda harus memberikan pemahaman bahwa seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tua.
5.      Pembagian Tugas Dalam Keluarga
 Sebagai seorang suami, Anda harus memahami bahwa tugas seorang istri di rumah adalah berat. Sebagai seorang istri pun harus memahami bahwa tanggung jawab suami mencari nafkah juga berat.   Oleh sebab itu, sebaiknya Anda membicarakan baik-baik dengan pasangan Anda mengenai pembagian tugas dalam rumah tangga.  Buatlah kesepakatan dengan pasangan Anda mengenai pembagian tugas dalam rumah tangga. Kuncinya adalah saling pengertian sehingga suami dan istri dapat saling tolong menolong dalam mengerjakan tugas rumah tangga.
6.      Luangkan Waktu Khusus Untuk Keluarga
Meluangkan waktu untuk berekreasi dan bercengkerama bersama keluarga sangatlah penting, Bagi Anda yang sibuk bekerja, quality time (waktu yang berkualitas) bersama keluarga perlu Anda perhatikan.  Anda dapat mengajak pasangan Anda dan anak-anak Anda untuk berekreasi bersama atau sekedar makan-makan di luar.  Hal ini akan menguatkan rasa kebersamaan anggota keluarga. Buatlah rencana liburan keluarga dan ambilah jatah cuti Anda. Jadikan quality time tersebut untuk membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi lebih romantis, atau untuk lebih memahami anak-anak anda.
7.      Menyesuaikan Diri dengan Pasangan





Sudahkah Anda mengetahui apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh pasangan Anda? Meskipun telah hidup bersama dalam satu rumah, Anda harus selalu belajar beradaptasi dengan pasangan Anda.  Bisa jadi masih banyak sesuatu hal yang belum Anda pahami dari pasangan Anda. Lakukanlah suatu hal yang disukai pasangan Anda dan hindarilah hal-hal yang tidak disukai oleh pasangan Anda.  Dengan begitu konflik di dalam rumah tangga dapat dihindari.
8.      Jujur dan Saling Percaya Terhadap Pasangan
Keterbukaan dan saling percaya adalah salah satu kunci untuk membangun rumah tangga yang harmonis.  Oleh karena itu, janganlah sekali-kali membohongi pasangan Anda. Jika ada sebuah masalah cobalah untuk mengkomunikasikan dengan pasngan Anda secara terbuka.
Sikap saling percaya dan terbuka menjadikan hidup Anda dan pasangan Anda akan merasa tenang tanpa kecurigaan .  
9.      Buat Rencana Program Keluarga yang Terstruktur Rapi
Keluarga adalah salah satu unsur pembentuk sebuah masyarakat. Anda perlu menyadari bahwa kualitas hidup sebuah masyarakat ditentukan oleh kualitas keluarga-keluarga yang membentuknya. Anda bisa memulainya dari keluarga Anda sendiri, tentu Anda pasti menginginkan setiap anggota keluarga Anda semakin lebih baik hari demi hari. Apakah itu berkaitan dengan kualitas spiritual (ibadah), ilmu pengetahuan, atau keahlian-keahlian tertentu. Anda bisa membuat program yang disepakati bersama keluarga Anda di rumah misalnya membuat program saling membangunkan sholat qiyamul lail, program tilawah Al Quran, program bahasa Inggris di rumah, dll. Pastikan semua keluarga menyepakati dan berkomitmen untuk melaksanakan program tersebut serta jangan lupa untuk mengevaluasinya.
10.  Hormati Komitmen yang Sudah Anda Bangun Bersama Pasangan
Ikatan pernikahan adalah sebuah komitmen bersama antara suami dan istri untuk mengarungi mahligai kehidupan bersama. Dengan komitmen inilah, Anda dengan pasangan Anda bersama-sama menghadapi suka dan duka kehidupan. Walaupun badai menghadang kehidupan rumah tangga Anda, Anda harus tetap senantiasa bergandengan tangan bersama-sama melaluinya. Komitmen inilah yang akan melanggengkan pernikahan Anda hingga ajal menjemput. Ingatlah peristiwa pernikahan ketika Anda mengucapkan akad nikah. Bukan hanya saksi pernikahan saja yang menyaksikan peristiwa yang penuh kebahagiaan itu, tetapi juga para tamu undangan yang memberikan selamat kepada Anda dan pasangan Anda. Jagalah komitmen ini hingga akhir hayat menjelang, kelak Anda dan pasangan Anda akan berjumpa kembali di surga yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan.


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.andromo.dev615525.app658840

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: