Tips Cara Mengelola Keuangan Keluarga Baru, Persiapan Menikah dan Pasca Menikah

Pernikahan adalah salah satu peristiwa yang sangat berkesan dan membahagiakan seumur hidup. Namun, banyak pasangan muda khawatir terhadap biaya yang akan dikeluarkan untuk mengadakan pesta pernikahan maupun biaya hidup yang harus ditanggung setelah berumah tangga nanti. Oleh karena itu, ada 5 tips caramengelola keuangan keluarga baru dari Ahmad Gozali, seorang pakar financial planning.
courtesy: google image

Tips 1 : Gunakan Ukuran Sepatumu Sendiri

Pesta pernikahan itu pada umumnya menggunakan biaya dan uang dari orang tua. Apakah hal tersebut wajar? Sebagian besar orang mengatakan bahwa hal tersebut wajar karena orang tua masih mempunyai kewajiban sampai menikahkan anaknya sedangkan setelah menikah semua kebutuhan harus ditanggung secara mandiri. Namun, sebaiknya jika Anda mampu membiayai pernikahan Anda sendiri, Anda bisa menanggung sepenuhnya biaya pernikahan Anda atau sebagian ditanggung oleh orang tua. Jika biaya pesta pernikahan Anda berasal dari orang tua jangan menjadikan ukuran pesta pernikahan sebagai patokan standar hidup setelah menikah. Mengapa? Karena setelah menikah, Anda harus membiaya dan mengatur kebutuhan keluarga baru Anda sendiri. Sesuaikan standar hidup keluarga sesuai dengan kemampuan finansial Anda seperti standar sewa/membeli rumah, membeli makanan, membeli pakaian, dll. Jika sudah berkeluarga maka kembali ke ukuran sepatumu sendiri jangan gunakan ukuran sepatu orang tuamu.

Tips Ke 2 : Buka Baju Buka Dompet

Saling jujur dan terbuka dalam urusan kehidupan pribadi dan juga keuangan keluarga. Suami dan istri perlu mengetahui protofolio keuangannya (penghasilannya, pengeluarannya, hutangnya, dl). Yang paling penting bukanlah jumlah digit angkanya, tetapi saling percaya. Permasalahan keuangan dalam rumah tangga biasanya diakibatkan oleh kegagalan dalam membangun komunikasi. Uangnya ada dan cukup tetapi saling curiga dan tidak percaya, akibatnya rumah tangga akan  tidak harmonis dan berantakan.

Tips 3 : Samakan Visi, Bangun Impian Bersama

Karena dalam biduk yang sama, tak elok memandang ke arah yang berbeda. Pertimbangkan anggaran belanja keluarga dengan membuat prioritas barang yang akan dibeli. Apakah Anda ingin membeli mobil terlebih dahulu ataukah rumah dahulu? Setelah itu, bicarakan bersama, apakah istri tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga. Keputusan tersebut harus dengan diskusi tentang visi, apakah bertentangan atau tidak dengan visi. Pemborosan besar atau kegagalan mengelola keuangan keluarga akan terjadi jika suami/istri tidak kompak dalam mengelola urusan rumah tangga. Keputusan yang dianulir pasti ada harganya.

Tips 4 : Sinkronkan Aksi

Semua keputusan yang penting dalam rumah tangga sebaiknya dibicaran dan diputuskan bersama oleh pasangan suami istri. Misalnya, keputusan apakah ingin menambah penghasilan, membeli rumah, atau lainnya. Hal yang penting jika diputuskan bersama akan lebih memudahkan kedua pasangan untuk merealisasikannya. Egoisme masing-masing pasangan haruslah dikurangi bahkan dihilangkan agar keputusan yang diambil benar-benar keputusan bersama sehingga masing-masing pasangan secara tulus menerima dan menjalankan hasil keputusan tersebut. Oleh sebab itu, jangan segan untuk berterus terang jika tidak suka atas sikap sepihak salah satu pasangan..

Tips 5 : Tanggung Jawab Jangan Tanggungtanggung

Seorang suami yang masih mengandalkan penghasilan istri maka belum sepenuhnya menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab. Namun, bukan berarti istri merendahkan derajat suami. Seorang istri harus bertanggungjawab terhadap pasangan hidup yang telah dipilihnya. Seorang istri harus bisa memberikan motivasi kepada suami agar terus berusaha sehingga dapat menafkahi keluarganya. Istri yang baik harus bisa memberikan support, doa, motivasi, dan tentunya jangan ditinggal pergi.

Semoga 5 tips cara mengelola keuangan keluarga baru ini dapat bermanfaat dalam memulai mengarui hidup berumah tangga.

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: