Rahasia Panduan Perencanaan Finansial Keuangan Keluarga Baru Agar Menjadi Keluarga Sejahtera


Pentingnya Merencanakan Keuangan Finansial Keluarga Baru

Bagi pasangan yang baru menikah pasti ingin memiliki keluarga yang ideal. Perencanaan finansial keluarga baru memang sangat penting untuk menentukan masa depan Anda. keuanganApakah Anda ingin menyekolahkan anak Anda di sekolah yang berkualitas? Apakah Anda ingin naik haji bersama istri atau suami Anda? Apakah Anda ingin memiliki rumah impian keluarga Anda? Apakah Anda ingin memiliki mobil? Anda pasti  mempunyai segudang impian dan keinginan yang mulia terhadap keluarga (anak, istri, dan suami). Sebuah keluarga yang ideal yang hidup mapan dan harmonis adalah impian semua orang.  Memiliki keinginan, cita-cita, harapan hidup yang layak sah-sah saja bahkan dapat menjadi sebuah motivasi bagi Anda untuk sukses. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui harus memulai darimana, bagaimana caranya, dan bagaimana mengatur keuangannya. Mungkin masih banyak keluarga-keluarga di Indonesia yang mengatur keuangan keluarga dengan cara tradisional yaitu dengan prinsip menekan pengeluaran belanja untuk memaksimalkan simpanan tabungan. Padahal masih ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan perencanaan keluarga.
Artikel ini bukan membahas bagaimana cara Anda mendapatkan banyak uang tetapi membahas bagaimana prinsip-prinsip akuntansi dan manajemen keuangan sebuah perusahaan kita terapkan dalam mengatur keuangan keluarga.
Ilustrasi Perencanaan Keuangan Keluarga

Prinsip Akuntansi dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Perencanaan finansial keluarga baru dimulai dengan memahami akuntansi. Apa yang Anda bayangkan jika mendengar “akuntansi”? Pasti Anda akan berpikiran tentang catatan dan laporan keuangan. Artikel ini bukan bermaksud untuk membantu Anda bagaimana membuat catatan dan laporan keuangan tetapi bagaimana prinsip dasar akuntansi menjadi panduan dalam mengatur keuangan keluarga. Anda perlu tahu apa itu assets dan liabilitas.  
Menurut Robert. T Kiyosaki, asset adalah segala sesuatu yang Anda miliki yang dapat menambah kekayaan Anda. Liabilitas adalah segala sesuatu yang Anda miliki yang dapat mengurangi kekayaan Anda. Kendaraan bermotor seperti mobil bisa menjadi asset juga bisa menjadi liabilitas tergantung bagaimana Anda mendapatkannya dan memakainya. 
Jika Anda memiliki mobil untuk disewakan maka itu adalah asset. Jika Anda memiliki mobil (beli hutang/kredit) dan mobil tersebut tidak menghasilkan uang maka mobil tersebut adalah liabilitas. Pemahaman mengenai asset dan liabilitas ini bisa menjadi panduan dalam mempertimbangkan pembelian atau pengeluaran belanja keluarga Anda. Selain pemahaman asset dan liabilitas, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenis asset berdasarkan kelancarannya. Asset dibagi menjadi asset lancar dan tidak lancar. 
Assets lancar adalah assets yang langsung bisa cepat digunakan untuk transaksi keuangan misalnya uang yang ada di dalam tabungan bank. Asset tidak lancar adalah assets yang perlu dijadikan uang untuk transaksi keuangan misalnya investasi saham. 
Pemahaman asset lancar dan tidak lancar ini berguna untuk mempertimbangkan dimana Anda akan menempatkan uang Anda. Jika Anda mempunyai kebutuhan mendesak misalkan anak sekolah sebaiknya jangan terlalu banyak menempatkan uang Anda di investasi saham.      

Prinsip Manajemen Keuangan Keluarga

Perencanaan finansial keluarga baru selanjutnya adalah memahami prinsip manajemen keuangan. Prinsip manajemen keuangan mengajarkan Anda bahwa nilai mata uang akan mengalami inflansi. Maksudnya, uang Rp 1 juta saat ini bisa untuk membeli kambing sepuluh tahun lagi uang Rp 1 juta tidak bisa untuk membeli kambing. Oleh sebab itu, Anda perlu melindungi uang yang Anda miliki agar nilainya tetap misalnya dengan membeli emas. Mengapa emas? Karena nilai emas itu tetap tidak berubah. Jika Anda sekarang memiliki 2 gram emas seharga Rp 1 juta. Walaupun harga kambing naik, Anda masih bisa menjual emas 2 gram tersebut untuk membeli kambing.

Instrumen Keuangan Keluarga

Perencanaan finansial keluarga baru harus mengelola keuangan secara modern. Perencanaan keuangan secara tradisional hanya mengenal tabungan bank sebagai instrument keuangan. Padahal masih ada banyak instrument keuangan yang dapat dimanfaatkan seperti deposito, emas, saham, obligasi, asuransi.
  • Deposito adalah tabungan yang tidak dapat diambil dalam kurun waktu tertentu. Berguna untuk memprediksi kebutuhan rumah tangga yang sudah pasti kapan waktunya. Keuntungan deposito adalah mendapatkan bunga dengan presentase tertentu. Bagi Anda yang muslim sebaiknya gunakan depostio syariah karena bebas riba.
  • Emas adalah logam mulia yang nilainya tetap tidak berubah. Berguna untuk melindungi uang dari inflansi dan digunakan untuk jangka waktu yang pendek.
  • Saham adalah surat berharga kepemilikan sebuah perusahaan. Keuntungan memiliki saham adalah bagi hasil (deviden) dan keuntungan menjual saham (harga jual lebih tinggi dari harga beli).
  • Obligasi adalah surat hutang sebuah perusahaan untuk menghimpun dana dari masyarakat. Pemerintah juga mengeluarkan dalam bentuk SUN (Surat Utang Negara). Jika Anda muslim sebaiknya hindari obligasi yang mengandung riba, disarankan membeli obligasi syariah atau Sukuk.  
  • Asuransi berfungsi untuk melindungi asset bukan untuk mengembangkan asset sehingga tidak disarankan menggunakan asuransi sebagai alat investasi. 
Latar belakang penulis adalah kuliah di bidang akuntansi ditambah beberapa referensi buku seperti karangan Robert. T. Kiyosaki dan beberapa tips dari ahli perencanaan keluarga semoga artikel sederhana ini bisa bermanfaat menambah pengetahuan Anda bagaimana merencanakan keuangan keluarga.

Masukan Email Anda untuk Berlangganan Info Terbaru: