Bisakah Snorkeling dan Diving Jika Tidak Bisa Berenang?

Cara Snorkeling Jika Tidak Bisa Berenang

Apakah Anda pernah snorkeling atau diving? Jika Anda sudah pernah pasti tahu apa perbedaan snorkeling dan diving. Lalu apa bedanya snorkeling dan diving? Snorkeling adalah berenang menggunakan alat yang biasa disebut dengan snorkel. Apa itu snorkel? Snorkel adalah sebuah mask (kacamata renang berukuran besar) dan sebuah tube (sebuah pipa untuk menghirup udara melalui mulut). Bagaimana cara bernafas saat snorkeling? Ketika Anda melakukan snorkeling bagian wajah berada di dalam air, alat snorkel yang berupa tube atau pipa bagian ujungnya berada di atas permukaan air sehingga udara dapat masuk kemudian udara dihirup melalui mulut. Kenapa air tidak masuk ke dalam hidung? Alat yang disebut mask ini menutup setengah bagian wajah sehingga air tidak dapat masuk ke hidung. Snorkeling tetapi tidak bisa berenang masih bisa Anda lakukan dengan menggunakan alat pelampung atau life vest.
Photo by Dzikri

Apa itu Diving

Diving atau menyelam adalah berenang di kedalaman laut menggunakan baju selam atau wetsuit dan bernafas menggunakan tabung oksigen. Sebenarnya, dikalangan professional orang yang biasa menyelam, diving disebut juga dengan SCUBA Diving sedangkan snorkeling disebut juga Skin Diving. Diving berbahaya jika tidak bisa berenang. Inilah perbedaan snorkeling dan diving? Lanjut membaca tulisan di bawah ini.
Snorkeling

Teknik yang Digunakan Snorkeling dan Diving

Saat Anda menyelam atau diving seluruh bagian tubuh berada di bawah permukaan air sehingga membutuhkan alat bernafas yang berfungsi untuk menyimpan udara oksigen dan mengalirkannya. Saat Anda melakukan snorkeling, hanya sebagian tubuhnya berada di bawah permukaan air. Saat snorkeling alat snorkel ujungnya berada di atas permukaan air sehingga udara dapat masuk.
Teknik Snorkeling

Lama Waktu di Bawah Permukaan

Jika Anda menyelam atau diving di bawah permukaan air, Anda dapat bertahan lama di bawah permukaan air karena menggunakan tabung udara. Sedangkan saat Anda snorkeling, Anda tidak dapat bertahan lama saat menyelam di bawah permukaan air. Anda perlu naik ke permukaan air agar alat snorkel bisa menyalurkan udara.
Foto by Dzikri, Lokasi Pulau Tagalaya, Halmahera Utara 

Alat yang Digunakan

Alat yang digunakan untuk diving lebih banyak dibanding snorkeling. Alat diving yang digunakan antara lain berupa tabung udara, mask, regulator, buoyancy Compensation Device, Weight Belt, Fins, Gauge, dan Dive Computer. Baca juga fungsi alat selam.
Foto  by Dzikri, Lokasi: Pulau Kakara, Halmahera Utara

Siapa yang Boleh Melakukan Diving dan Snorkeling

Diving hanya boleh dilakukan oleh seseorang yang sudah mahir dan mempunyai sertifikat menyelam. Sedangkan snorkeling dapat dilakukan oleh siapa pun.
Foto by Dzikri, Lokasi Pulau Luari Halmahera Utara

Tekanan Udara

Semakin dalam Anda menyelam maka semakin besar tekanan. Oleh sebab itu, ada batasan kedalaman dan perlunya dive computer saat menyelam.
Foto by Dzikri, Lokasi Pulau Kakara Halmahera Utara

Efek  Terhadap Kesehatan Diving dan Snorkeling

Jika alat-alat yang digunakan untuk diving atau menyelam bermasalah dapat mengakibatkan pada gangguan pernafasan seperti lumpuh, nitrogen narcosis, oxygen toxicity. Jika kurang berhati-hati ketika snorkeling, kulit tangan atau kaki dapat lecet karena terbentur coral atau terumbu karang. Selain itu, bagian tubuh yang melakukan kontak langsung dengan hewan air yang beracun dapat mengakibatkan keracunan.
Freediving, Lokasi Pulau kakara Halmahera Utara

Subscribe to receive free email updates: